News Sukamara — Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Sukamara terus memperkuat sinergi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat di wilayahnya. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang kondusif menjelang akhir tahun 2025, terutama menghadapi dinamika sosial dan kegiatan masyarakat yang semakin meningkat.
Kapolres Sukamara, AKBP [Nama Kapolres, bila ada], menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. “Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan peran aktif para tokoh masyarakat sangat menentukan keberhasilan dalam menjaga kondusifitas wilayah,” ujarnya dalam kegiatan Forum Silaturahmi Kamtibmas di Aula Mapolres Sukamara, Jumat (17/10).
Baca Juga : Bupati Sukamara Buka Pekan Olahraga Tradisional dan Rekreasi 2025
Dialog Kamtibmas Sebagai Media Komunikasi
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polres Sukamara menggelar dialog terbuka dengan para tokoh masyarakat dari berbagai kecamatan. Forum ini menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, menyamakan persepsi, serta mencari solusi terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas di wilayah setempat.
Sejumlah isu yang dibahas antara lain peningkatan patroli malam, penanganan kenakalan remaja, peredaran minuman keras ilegal, serta upaya pencegahan konflik sosial di tingkat desa. Polres juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap kejadian mencurigakan melalui program “Polisi Sahabat Masyarakat” yang memanfaatkan media sosial dan poskamling digital.
“Melalui dialog ini, kami berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi tanggung jawab kita semua,” tambah Kapolres.
Tokoh Masyarakat Dukung Program Polri
Tokoh adat Sukamara, H. Ahmad Yani, menyampaikan apresiasinya atas langkah Polres yang rutin melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan terkait keamanan. Ia menilai pendekatan humanis yang dilakukan aparat mampu mencegah terjadinya gesekan sosial.
“Kami melihat perubahan positif dalam pola komunikasi antara Polri dan warga. Ketika ada masalah, langsung dibahas bersama. Inilah yang membuat masyarakat merasa aman dan dihargai,” ujar Ahmad Yani.
Selain itu, para tokoh agama juga turut mendukung gerakan moral melalui dakwah dan kegiatan sosial untuk menekan potensi konflik horizontal. Mereka sepakat bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga ketentraman daerah.
Wujudkan Sukamara Aman dan Harmonis
Kapolres menegaskan bahwa sinergi yang sudah terjalin akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan seperti patroli dialogis, pembinaan remaja, dan pengawasan lingkungan berbasis masyarakat. Polres juga berkomitmen mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan sosial.
“Keamanan adalah modal utama pembangunan. Jika masyarakat merasa aman, maka kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial akan tumbuh dengan baik,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan, Polri dan masyarakat Sukamara optimistis mampu menjaga suasana damai dan kondusif menjelang tahun baru 2026. Sinergi ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kolaborasi keamanan berbasis kearifan lokal.
