, ,

Inflasi Kalteng Capai 2,73 Persen, Sukamara Jadi Daerah Tertinggi di 2025

by -1280 Views
cek disini

News Sukamara  – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat inflasi tahunan sebesar 2,73 persen (year on year) pada Oktober 2025. Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di kisaran 2,45 persen.

‎Kalteng Alami Inflasi 2,73 Persen, Tertinggi di Sukamara
Inflasi Kalteng Capai 2,73 Persen, Sukamara Jadi Daerah Tertinggi di 2025

Dari seluruh kabupaten dan kota yang dipantau, Kabupaten Sukamara menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di provinsi ini. Lonjakan harga di daerah tersebut disebabkan oleh kenaikan sejumlah komoditas pangan dan biaya transportasi yang meningkat menjelang akhir tahun.

Baca Juga : Kalteng Alami Inflasi 2,73 Persen, Tertinggi di Sukamara

Kepala BPS Kalteng, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa inflasi Oktober 2025 disebabkan oleh faktor cuaca, gangguan pasokan logistik, serta meningkatnya permintaan masyarakat. “Beberapa komoditas utama seperti beras, cabai merah, dan tarif angkutan mengalami kenaikan signifikan, terutama di wilayah pesisir selatan,” ujarnya.


Sukamara Catat Inflasi Tertinggi di Kalteng

Berdasarkan data BPS, Kabupaten Sukamara mencatat inflasi tertinggi di Kalteng dengan capaian 3,45 persen (yoy). Kenaikan harga paling menonjol terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, diikuti oleh kelompok transportasi.

Harga beras, cabai merah, dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama inflasi di Sukamara. Pedagang di pasar tradisional mengakui adanya kenaikan harga akibat keterlambatan distribusi dari daerah penghasil seperti Kapuas dan Kotawaringin. “Pasokan agak tersendat karena cuaca dan biaya kirim naik,” ujar salah satu pedagang di Pasar Sukamara.

Sementara itu, daerah lain seperti Palangka Raya mencatat inflasi 2,38 persen dan Kotawaringin Timur sebesar 2,61 persen. Meski lebih rendah dari Sukamara, kedua wilayah tersebut juga mengalami tekanan inflasi pada komoditas pangan dan transportasi.


Kelompok Pangan dan Transportasi Dominasi Inflasi

Dari hasil survei harga, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi Kalteng dengan andil mencapai 1,25 persen. Komoditas seperti beras, cabai merah, bawang merah, serta daging ayam ras mengalami kenaikan harga cukup tajam.

Selain itu, kelompok transportasi juga memberikan andil besar, terutama karena kenaikan tarif angkutan udara dan bahan bakar minyak (BBM). “Pergerakan harga energi global turut berdampak pada biaya logistik dan transportasi domestik,” jelas Kepala BPS Kalteng.


Pemprov Kalteng Siapkan Langkah Pengendalian Harga

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun. Beberapa upaya yang disiapkan antara lain operasi pasar murah, optimalisasi distribusi pangan antar-daerah, serta kerja sama dengan Bulog untuk menjaga stok beras.

“Inflasi harus dikendalikan agar daya beli masyarakat tidak tertekan. Kami akan terus memantau harga dan memastikan pasokan pangan tetap lancar,” ujar Sekretaris Daerah Kalteng. Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, petani, dan distributor agar rantai pasok lebih efisien.


Inflasi Masih Terkendali, tapi Perlu Diwaspadai

Meski angka inflasi Kalteng mencapai 2,73 persen, kondisi ini masih tergolong stabil dan terkendali secara nasional, karena masih berada di bawah ambang batas target inflasi Bank Indonesia sebesar 3 persen ±1 persen. Namun, pemerintah diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.

Dengan langkah pengawasan dan kolaborasi antara pemerintah, TPID, dan pelaku ekonomi lokal, diharapkan inflasi Kalteng bisa ditekan di bawah 3 persen hingga akhir tahun.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.