News Sukamara — Kasus gigitan anjing liar kembali meresahkan warga. Seorang pelajar di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dilaporkan digigit anjing liar saat pulang sekolah pada awal September 2025. Insiden ini menambah panjang daftar korban akibat populasi anjing liar yang terus meningkat tanpa kendali.

Korban Pelajar Mendapat Perawatan Medis
Menurut keterangan warga, pelajar berusia 14 tahun itu digigit saat melewati kawasan sepi di pinggiran kota. Ia mengalami luka robek pada bagian kaki dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke RSUD Kotabaru untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk vaksin anti rabies.
Pihak sekolah dan orang tua korban meminta pemerintah daerah bertindak cepat, sebab kasus serupa sudah beberapa kali terjadi dalam dua bulan terakhir.
Populasi Anjing Liar Kian Mengkhawatirkan
Warga Kotabaru mengeluhkan populasi anjing liar yang kian bertambah di permukiman, pasar, hingga area sekolah. Kondisi ini membuat masyarakat khawatir, terutama terhadap ancaman rabies.
Beberapa warga mengaku sudah berulang kali melaporkan masalah ini kepada aparat desa dan dinas terkait, namun belum ada tindakan signifikan selain imbauan untuk berhati-hati.
Pemerintah Diminta Ambil Langkah Tegas
Aktivis kesehatan masyarakat menilai perlunya program sterilisasi massal atau penertiban anjing liar untuk menekan populasinya. Selain itu, sosialisasi vaksinasi hewan peliharaan dan penanganan medis darurat bagi korban gigitan juga harus digencarkan.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kotabaru sendiri mengakui keterbatasan anggaran dalam penanganan kasus rabies. Namun mereka menyebut sudah menyiapkan rencana kerja sama lintas sektor dengan dinas kesehatan dan pemerintah kecamatan guna mempercepat respons di lapangan.
Kekhawatiran Masyarakat Terhadap Rabies
Rabies masih menjadi penyakit berbahaya di Kalimantan Selatan. Data Dinas Kesehatan menyebut, meski kasus kematian akibat rabies menurun dalam dua tahun terakhir, potensi penularan tetap tinggi jika anjing liar tidak dikendalikan.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan razia hewan liar sekaligus menyediakan pusat karantina dan vaksinasi agar tidak ada lagi korban berikutnya.
Kesimpulan
Kasus gigitan anjing liar di Kotabaru membuka mata semua pihak tentang pentingnya pengendalian populasi hewan liar yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat. Tanpa penanganan cepat dan terintegrasi, jumlah korban bisa bertambah dan ancaman rabies semakin nyata.










